Tahap I Pesawat KFX, 62 Engineer RI ke Korea Selatan

0
115

Jakarta – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu berpesan kepada tim engineering Indonesia yang masuk program kerja sama pembangunan pesawat tempur KF-X/IF-X, harus memiliki jiwa dan semangat nasionalisme, serta patriotisme sebagai tuntutan mendasar.

Pesan ini disampaikan Menhan, (4/8/2016), di Jakarta, saat memberikan pembekalan kepada tim engineering Indonesia yang akan diberangkatkan ke Korea Selatan. Pembekalan ini juga dihadiri oleh Sekjen Kemhan Laksdya TNI Widodo, Dirut PTDI Budi Santoso serta sejumlah pejabat Kemhan serta PTDI.

pesawat tempur

Menurut Ryamizard Ryacudu, program kerjasama pembuatan pesawat tempur ini, merupakan sebuah kerja sama teknologi pertahanan dalam pengembangan pesawat tempur multifungsi, sebagai upaya ke arah kemandirian pemenuhan kebutuhan pesawat tempur. Para engineer sebagai duta bangsa harus memiliki kompetensi yang sarat dengan kemampuan teknologi, pendidikan, pengalaman, kerja keras, semangat dan kemauan belajar serta pandai bergaul.

Menteri Pertahanan berharap program ini dapat memotivasi produsen dalam negeri, untuk membangun pesawat tempur secara mandiri. Hal ini merupakan upaya pemenuhan kebutuhan nasional, untuk mempertahankan kedaulatan negara, di mana konsep pertempuran di masa mendatang mengarah pada integrasi yang lebih canggih, dengan pemanfaatan teknologi mutakhir.

Program kerja sama pembangunan pesawat tempur KF-X/IF-X kini telah memasuki fase Engineering and Manufacturing Development (EMD), yang berlangsung mulai tahun 2016 sampai dengan 2025.

Dalam fase ini, Indonesia akan mengirimkan tim engineer ke Korea Selatan sebagai bentuk partisipasi di seluruh area kegiatan pengembangan pesawat tempur KF-X/IF-X, yang meliputi bidang-bidang rancang bangun pesawat, proposi, kendali terbang, avionik, sistem integrasi senjata, manajemen program, pengujian dan sertifikasi di Korea Aerospace Industry (KAI).

Sasaran yang hendak dicapai selain partisipasi di seluruh area adalah, penguasaan alih tehnologi, aircraft component manufacturing dan pengiriman satu prototipe tepat waktu. Ditargetkan di tahun 2016 terlaksana pembuatan komponen berupa sayap dan ekor yang akan digunakan pada pesawat prototipe nomor 5 serta pelaksanaan integrasi 6 pesawat prototipe dan uji laboratorium maupun uji terbang.

Pengiriman tim engineering and manufacturing development, dilakukan bertahap. Tahap pertama, sebanyak 62 orang dari PTDI, TNI AU dan Kemhan, akan diberangkatkan bulan September ke Korea Selatan. Menyusul berikutnya 17 orang di awal oktober 2016, dengan pola rotasi 60% dari jumlah keseluruhan dalam periode 1 tahun sekali secara bertahap.

Kru yang diberangkatkan 60 orang merupakan engineer senior dengan pengalaman kerja lebih dari 10 tahun, dan 14 orang lainnya adalah engineer yunior sebagai bentuk alih generasi, dengan komposisi 65 orang pria dan 9 orang wanita, berlatar belakang pendidikan teknik auronetika, austronetika, elektro, industri, teknik mesin dan magister bisnis.

Sedangkan sebanyak 40% engineer lainnya, akan dipertahankan di Korea Selatan untuk mengikuti seluruh proses kegiatan rancang bangun berkesinambungan, dan pengiriman engineering akan meningkat dari tahun ke tahun, yang mencapai puncaknya pada tahun 2022 dengan jumlah 174 orang. Tidak hanya memiliki kemampuan akademis, seluruh engineer sebelum diberangkatkan akan dibekali pendidikan bela negara yang ditempuh selama beberapa waktu lamanya di Bogor, Jawa Barat.

Sumber : Kemhan.go.id

LEAVE A REPLY